Kesukaan shaiyah

Loading...

Senin, 12 Maret 2012

Hutan Tertua Ditemukan

Sejumlah ilmuwan Amerika dan China tercengang dengan apa yang mereka temukan di bawah tambang batubara dekat Wuda, Mongolia Dalam, China. Sebuah hutan yang diperkirakan berumur 298 juta tahun ditemukan terkubur dalam keadaan utuh.

Para ilmuwan kemudian menyebut temuan itu Pompeii dari periode Permian. Pompeii adalah sebuah kota kuno di Romawi yang ditemukan terkubur abu vulkanik dari letusan gunung Vesuvius.

Seperti halnya Pompeii, hutan rawa ini terjaga secara sempurna sehingga ilmuwan bisa mengetahui di mana setiap tumbuhan awalnya pernah tumbuh. Ini memungkinkan mereka untuk memetakan hutan itu.


Ahli paleobotanis Universitas Pennsylvania, Hermann Pfefferkorn, menyebut temuan ini sebagai kapsul waktu. Pfefferkorn sendiri merupakan salah satu ilmuwan yang tergabung dalam tim.

“Ini merupakan pengawetan yang mengagumkan. Kami berada di sini dan saat menemukan dahan, kami menemukan tunggul dari pohon yang sama. Ini benar-benar sempurna,” kata Pfefferkorn seperti dilansir Gizmodo.

Para ilmuwan menemukan seluruh tumbuhan dan pohon dalam posisi dan keadaan yang persis sama ketika terjadi erupsi, persis seperti Pompeii. Bedanya, Pompeei berasal dari tahun 79 Masehi, sedangkan hutan ini tertutup abu selama 298 juta tahun, selama periode Permian.

Para peneliti menemukan area hutan seluas 10.763 kaki persegi (sekitar 1 kilometer persegi), tersembunyi di bawah sebuah tambang batubara. Mereka menggalinya menggunakan berbagai alat berat. Mereka percaya, pemfosilan hutan terjadi karena terkubur abu dalam volume yang sangat besar yang tercurah dari langit selama berhari-hari.

Sejauh ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi enam kelompok pepohonan. Beberapa dari mereka setinggi 80 kaki, yakni Sigillaria dan Cordaites. Ilmuwan juga menemukan sejenis kelompok pepohonan besar, Noeggerathiales, yang sudah dinyatakan punah.

Selama masa Permian pada 299 sampai 251 juta tahun lalu, tidak ada conifer atau bunga. Pada periode ini, tumbuhan yang dihasilkan seperti pakis menggunakan spora, dan benua modern masih tergabung dalam satu daratan luas yang dinamakan Pangaea. Periode geologi ini terjadi pada akhir era Paleozoic, setelah Carboniferous.

Pada zaman ini juga ditemukan binatang. Masa itu merupakan saat kelompok pertama mamalia, kura-kura, lepidosaurs, dan archosaurs mulai berkeliaran di Bumi.

Ilmuwan meyakini bahwa Permian dan seluruh era Paleozoic berakhir dengan kepunahan massal terbesar yang pernah menghapuskan 90 persen laut dan 70 persen spesies darat.

Setelah periode itu, era Mesozoic dimulai dengan periode Triassic. Periode ini merupakan saat mamalia pertama berevolusi, pterosaurus terbang untuk pertama kalinya, dan archosaurs mendominasi Bumi.

Hermann Pfefferkorn mengerjakan proyek penelitian ini bersama Jun Wang dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, Yi Zhang dari Shenyang Normal University, dan Zhuo Feng dari Universitas Yunnan. Hasil penelitian mereka akan dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Posisi Unik Di Google


Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, Google memang dikenal perusahaan yang memperlakukan karyawannya secara unik dan tidak konvensional. Salah satu cara yang diterapkan adalah menyediakan berbagai fasilitas menarik di kantornya.

Tak hanya itu, Google juga memiliki tradisi unik yang dijalankan di kantornya. Antara lain pemberian nama unik untuk suatu posisi dan jabatan.

Mengutip Bussiness Insider, inilah jabatan dan posisi unik yang ada di Google.

1. Dance Program Manager


Ini merupakan posisi yang memiliki deskripsi kerja melatih pegawai Google untuk dansa, yoga, dan kelas lain yang ada di studio dansa Google di Kampus Mountain View. Cara ini dilakukan Google untuk menjamin karyawannya dalam kondisi kesehatan yang baik.

Kampus Google di Los Angeles
2. Nutrisionist
Para ahli nutrisi ini memastikan bahwa makanan yang disediakan Google memiliki nilai gizi yang baik. Selain bergizi, para karyawan Google bisa memperoleh makanan ini gratis.
3. Food Scientist
Posisi ini merupakan bagian dari Departemen Sumber Daya Manusia, yang memastikan kualitas makanan untuk karyawan Google. Misalnya, memastikan mana yang lebih baik, coklat M&M dalam keadaan terbuka atau ditutup plastik.

Kampus Google di Los Angeles
4 Childcare Center Preschool Teacher
Guru ini mengajar di fasilitas pendidikan yang diberikan Google, yang ada di sejumlah kantor Google.

5. Massage Therapist
Para terapis pijat ini siap memberikan pijatan terbaik untuk menghilangkan stres yang mungkin muncul di kantor.

6. Ergonomist Specialist
Para ahli ergonomis ini akan mengatur meja kerja karyawan Google senyaman mungkin. Dengan demikian para pekerja tidak mengalami gangguan punggung, atau masalah ruangan yang sempit.

7. Fitness Program Manager
Sesuai namanya, manajer di posisi ini akan memastikan para karyawan Google tetap menjaga kesehatan dan kebugarannya di tempat kerja.

8. Transportation Program Manager
Manajer ini akan mengatur transportasi para karyawan Google. Misalnya, akan memastikan posisi kendaraan komuter, sepeda di dalam kampus Google, dan sarana transportasi lain yang memudahkan para karyawan.

Kampus Google di Los Angeles
9. Jolly Good Fellow
Ini merupakan jabatan yang diemban oleh Chade Meng-Tan, yang biasa dipanggil Meng. Meng merupakan salah satu ahli yang bekerja di Google sejak awal perusahaan ini berdiri. Sekarang, Meng memiliki tugas baru, yaitu menjadi motivator yang sering menyampaikan pesan agar para karyawan mengoptimalkan potensi terbaik yang dimiliki masing-masing.

10. Green Team Lead
Ini merupakan posisi yang menjaga Google sebagai perusahaan hijau. Tugas mereka antara lain menjaga efisiensi energi di gedung-gedung, serta mencari makanan yang juga ramah lingkungan.

11. Intergalatic Federation King Almighty and Commander of the Universe
Ini merupakan jabatan milik Tifanny Montague, yang bertanggung jawab terhadap proyek luar angkasa Google. Salah satu programnya adalah Lunar X Prize, misi US$ 30 juta yang akan meluncurkan robot ke bulan.

Foto Badai Matahari


Badai matahari yang menghantam Bumi Kamis kemarin merupakan badai terkuat dalam lima tahun terakhir. Badai ini mempercepat pengiriman partikel bermuatan  panas hingga 600 mil per detik.
Lidah api yang disebut 'X class' merupakan lidah paling kuat membombardir bumi dengan medan magnetik. Kekhawatiran sempat mencuat bahwa badai matahari ini akan mengganggu jaringan listrik,  navigasi satelit, dan rute pesawat. Namun, sejauh ini tidak ada insiden besar yang dilaporkan seperti dikutip dari Dailymail. 
Badai matahari Maret 2012
Badai matahari merupakan siklus 11 tahunan dan memiliki kekuatan 10 kali lipat dibanding 'angin matahari' biasa. Badai ini diperkirakan berakhir Jumat pagi 9 Maret 2012 dengan beberapa sisa lemparan partikel bermuatan ke arah bumi.
Badai matahari mencapai puncaknya di Amerika Utara dengan penampakan aurora atau Cahaya Utara. "Aurora ini mungkin jadi semacam obat saat kita mendapat 'serangan' dari letusan matahari," tambah Kunches.
Badai matahari Maret 2012
Menurut fisikawan surya dari Nasa, Alex Young, badai matahari ini memberi manusia sedikit sentakan. Meski begitu, bumi harus bersiap untuk puncak aktivitas matahari ini, akhir 2013 hingga 2014.

Ada tiga cara bagaimana badai matahari dapat menggangggu teknologi buatan manusia, melalui medan magnetik, radio, emisi radiasi.
Badai matahari Maret 2012

Menurut Joe Kunches, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration, semua perusahaan listrik di dunia sudah diberitahu soal kemungkinan pemadaman daya.

Beberapa maskapai penerbangan memperhatikan betul badai matahari ini. Seperti dikatakan juru bicara Delta Airlines kepada Fox News. "Kami menerbangkan tujuh rute alternatif."

Badai matahari Maret 2012
Sementara American Airlines juga berhati-hati serta memantau betul badai matahari tersebut. Tapi, mereka tidak mengubah rute penerbangan. 

Senin, 05 Maret 2012

Tumbuhan Punah Di hidupkan kembali

Terkubur selama 30.000 tahun di tundra atau padang rumput beku Siberia, ilmuwan Rusia berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga kecil dan kurus.  Sebuah pembudidayaan tanaman dari jaringan kuno paling tua di dunia.

Tanaman itu dinamai Silene stenophylla, tumbuh dan menghasilkan bunga putih dengan kelopak berenda.

"Ini sangat menarik," kata Jane Shen-Miller, biologis dari University of California, Los Angeles, yang tak terlibat dalam penelitian itu, seperti dimuat situs sains LiveScience. "Ini berasal dari jaringan purba, katakanlah sekitar 30.000 tahun lalu, ini sangat, sangat menarik."

Shen-Miller sebelumnya memimpin proyek yang membangkitkan benih teratai  berusia 1.300 tahun dari China Utara. Kelompok ilmuwan lain pada tahun 2005 berhasil menumbuhkan kembali benih pohon kurma berusia 2.000 tahun dari Israel -- yang sebelumnya memegang rekor tertua. Apa yang dihasilkan para ilmuwan Rusia itu jelas melampaui semua pencapaian yang pernah dilakukan para ahli.

Dalam studi yang dipublikasikan, Senin 20 Februari 2012 di jurnal, Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti dari Russian Academy of Sciences tidak secara langsung menumbuhkan kecambah dari benih, melainkan mengambil jaringan buah yang belum matang.

Jaringan buah itu berasal dari liang hewan yang membeku di Sungai Kolyma, di timur laut Siberia. Di lubang itulah, binatang sejenis tupai menyimpan puluhan ribu bibit dan buah -- yang tetap awet karena pembekuan. Uji radiokarbon menunjukkan jaringan buah yang kembali dihidupkan itu berusia antara 28.000 hingga 32.000 tahun lalu.

Para ilmuwan membiakkan jaringan tersebut dalam media kaya nutrisi. Sel dari jaringan ini punya kemampuan untuk bertransformasi menjadi semua bagian tumbuhan. Mereka tumbuh menjadi bibit saat para ilmuwan menanam ke dalam tanah.

"Tanaman ini memiliki mekanisme untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang keras," kata Shen-Miller. Sebab, sebagian besar bibit tumbuhan akan mati dalam waktu beberapa tahun. Namun, beberapa di antaranya, termasuk lotus berusia 1.300 tahun dan S. stenophylla memiliki mekanisme menjaga DNA-nya.

Kebangkitan menakjubkan tumbuhan ini menjadi petunjuk, bagaimana manusia bisa memperbaiki DNA, suatu hal yang mungkin bisa bermanfaat bagi pencegahan kanker di masa depan.

Genetika tumbuhan luar biasa itu mungkin juga berguna jika diaplikasikan pada tanaman modern. Karena bibit tanaman masa kini yang disimpan cepat kehilangan nutrisi dan kemampuan untuk tumbuh. "Mereka memiliki sumber daya DNA untuk kita pelajari." 

Ditemukan, Hutan Tertua


Sejumlah ilmuwan Amerika dan China tercengang dengan apa yang mereka  temukan di bawah tambang batubara dekat Wuda, Mongolia Dalam, China. Sebuah hutan yang diperkirakan berumur 298 juta tahun ditemukan terkubur dalam keadaan utuh.

Para ilmuwan kemudian menyebut temuan itu Pompeii dari periode Permian. Pompeii adalah sebuah kota kuno di Romawi yang ditemukan terkubur abu vulkanik dari letusan gunung Vesuvius.

Seperti halnya Pompeii, hutan rawa ini terjaga secara sempurna sehingga ilmuwan bisa mengetahui di mana setiap tumbuhan awalnya pernah tumbuh. Ini memungkinkan mereka untuk memetakan hutan itu.
Ahli paleobotanis Universitas Pennsylvania, Hermann Pfefferkorn, menyebut temuan ini sebagai kapsul waktu. Pfefferkorn sendiri merupakan salah satu ilmuwan yang tergabung dalam tim.

“Ini merupakan pengawetan yang mengagumkan. Kami berada di sini dan saat menemukan dahan, kami menemukan tunggul dari pohon yang sama. Ini benar-benar sempurna,” kata Pfefferkorn seperti dilansirGizmodo.

Para ilmuwan menemukan seluruh tumbuhan dan pohon dalam posisi dan keadaan yang persis sama ketika terjadi erupsi, persis seperti Pompeii. Bedanya, Pompeei berasal dari tahun 79 Masehi, sedangkan hutan ini tertutup abu selama 298 juta tahun, selama periode Permian.

Para peneliti menemukan area hutan seluas 10.763 kaki persegi (sekitar 1 kilometer persegi), tersembunyi di bawah sebuah tambang batubara. Mereka menggalinya menggunakan berbagai alat berat. Mereka percaya, pemfosilan hutan terjadi karena terkubur abu dalam volume yang sangat besar yang tercurah dari langit selama berhari-hari.

Sejauh ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi enam kelompok pepohonan. Beberapa dari mereka setinggi 80 kaki, yakni Sigillaria dan Cordaites. Ilmuwan juga menemukan sejenis kelompok pepohonan besar, Noeggerathiales, yang sudah dinyatakan punah.