Kesukaan shaiyah

Loading...

Selasa, 27 Desember 2011

Windows Buat Jejaring Sosial Untuk Pelajar

Microsoft meluncurkan jejaring sosialnya, Socl (baca: social), dengan domain so.cl. Jejaring sosial yang dikembangkan oleh Microsoft Research's FUSE Lab division ini ditujukan untuk para pelajar.

Seperti dikutip dari laman "Frequently Asked Questions" di situs so.cl, Microsoft menjelaskan Socl merupakan kombinasi jejaring sosial dan mesin pencari. Sehingga, Socl bisa digunakan untuk menemukan orang dan men-share sebuah website, "dengan cara yang dilakukan pelajar ketika mereka bekerja sama."

Selain itu, Socl juga mendukung sejumlah interaksi dan kolaborasi pelajar, dengan menghadirkan sejumlah fitur. Antara lain media-sharing, dan real time video-sharing dari sejumlah video secara bersamaan melalui fitur "video parties".

Microsoft menjelaskan bahwa saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah kampus terpilih, seperti Universitas Washington, Universitas Syracuse, dan Universitas New York. Namun, Microsoft membuka kesempatan pelajar lain yang ingin terlibat, dengan mengirim email permohonan ke Socl@microsoft.com.

Kenapa Microsoft menargetkan pelajar saat membuat jejaring sosial? Menurut Microsoft, pelajar merupakan pengguna terbaik untuk mengembangkan dan menemukan perilaku online di masa depan.

Socl pun rencananya akan bisa digunakan untuk umum. "Tapi tujuan kami masih fokus untuk komunitas pembelajar," jelas Microsoft. 

Kisah Dibalik Wallpaper Windows Xp

Para pengguna komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows XP, pasti tak asing dengan Bliss, yang merupakan salah satuwallpaper bawaan sistem operasi ini. Ternyata foto hamparan kebun anggur yang hijau di California ini menyimpan cerita seru di baliknya.

Adalah Chuck O'Rear yang mengambil foto ini saat sedang dalam perjalanan dari Napa, California, ke San Fransisco untuk mengunjungi kekasihnya. Pria yang dulunya berprofesi sebagai fotografer untuk majalah National Geographic ini mengaku terkesima dengan keindahan kebun anggur yang dilewatinya sepanjang perjalanan.

"Saya melewati rute yang sama selama berminggu-minggu selama tahun 2002 atau 2003 ketika itu. Namun saya ingat, ketika itu bulan Januari, dan kebun itu hijaunya terlihat sangat bagus sehingga saya memutuskan untuk berhenti dan memotretnya sebelum melanjutkan perjalanan," tutur O'Rear, seperti dikutip dari harian Daily Mail.

Pria yang bekerja selama 25 tahun untuk National Geographic ini begitu terkesima dengan perpaduan hamparan kebun anggur hijau dan langit biru California dengan arak-arakan awan putih. Instingnya untuk mengabadikan momen itu muncul, sementara kebanyakan orang mungkin hanya akan melewati pemandangan itu saja.

Fotografer yang saat ini berusia 69 tahun ini sudah lupa tentang foto yang diambilnya, hingga suatu saat mendapat telepon dari agen foto Corbis yang mengabarkan bahwa Microsoft ingin menginginkan foto aslinya. Sadarlah O'Rear bahwa sesuatu yang luar biasa telah terjadi.

Foto yang diambilnya disebut-sebut menjadi foto kedua dengan lisensi termahal yang dibeli Microsoft, walau ia menolak menyebutkan besaran nominal yang diperolehnya.

O'Rear mengaku sama sekali tak menduga foto karyanya akan dikenal di seluruh dunia. Apalagi dengan jadi wallpaper salah satu sistem operasi tersukses di dunia ini.

"Mungkin foto saya adalah salah satu foto paling dikenal di dunia. Kalau Anda pergi ke sebuah desa di Bangladesh atau bertanya pada seseorang di jalanan Cina, mereka pasti tahu itu foto apa," katanya.

O'Rear sendiri adalah pengguna Mac, komputer buatan Apple, pesaing abadi Microsoft. Jadi ia tidak setiap hari bisa melihat foto karyanya terpajang di komputernya.

Jam Atom VS Jam Nuklir

Selama bertahun-tahun, jam atom dianggap sebagai perangkat yang paling akurat untuk menunjukkan waktu. Jam yang menggunakan partikel berukuran sub atomik yang bergerak beberapa kali per detik tersebut nyaris tidak pernah melakukan kesalahan.

Namun demikian, kini kehandalan jam atom sebagai jam yang paling akurat di seluruh dunia kemungkinan akan tergeser oleh jam nuklir karena secara alamiah, nuklir lebih tahan terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan atom dan membuat munculnya potensi kesalahan jadi lebih rendah.

Dikutip dari Science Daily, 10 November 2011, meski jam atom mengukur sejumlah getaran tertentu per detik, kekuatan dari luar seperti medan magnet dan listrik bisa mempengaruhi elektron yang digunakan dalam jam atom. Ini berpotensi menimbulkan kesalahan.

Di sisi lain, partikel yang digunakan dalam jam nuklir yang mengukur getaran dan juga menentukan waktu, bisa dipicu menggunakan cahaya ultraviolet rendah energi. Ini mengakibatkan pengaruh faktor eksternal terhadap sistem yang ada di dalam jam atom lebih rendah.

Dengan metode ini, Corey Campbell dan rekan-rekan peneliti dari Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat telah membuat skema yang menggunakan laser untuk mengontrol orientasi spasial dari orbit elektron di dalam atom.

Peneliti mengklaim, jam nuklir yang memiliki thorium nukleus yang dikontrol dengan cara ini hanya akan meleset hingga satu detik dalam kurun waktu 200 miliar tahun.

Namun demikian, sebelum jam nuklir bisa direalisasikan, peneliti harus mengidentifikasikan frekuensi cahaya yang tepat yang dibutuhkan untuk memicu thorium nukleus tersebut.

Bumi Nyaris Kiamat


Pada 27 Desember 2004, mendadak sebuah lontaran energi tak kasat mata menghantam Bumi. Ia diperkirakan berasal dari jarak yang cukup jauh, yakni dari konstelasi Sagitarius yang jaraknya mencapai sekitar 50 ribu tahun cahaya atau kurang lebih 473 ribu triliun kilometer.

Ledakan dan hantaman sinar gamma ini pertamakali terdeteksi oleh satelit Swift milik NASA. Adapun bagi astronom, pengamatan terhadap kejadian tersebut memberikan contoh paling detail dari lontaran energi yang pernah terekam sepanjang sejarah.

Meski lontaran energi itu hanya menyerang selama sekitar 0,2 detik, tetapi energi itu sama banyak dengan energi sinar matahari yang menyinari Bumi hingga 500 ribu tahun lamanya.

Akibat hantaman energi sinar gammar dahsyat tersebut, banyak satelit elektronik yang mengorbit Bumi mengalami kerusakan. Atmosfir teratas Bumi juga mengalami ionisasi luar biasa.

Setelah diteliti lebih lanjut, astronom mendapati bahwa sumber serangan adalah magnetar langka yakni SGR 1806-20 yang berada di sisi lain galaksi Bima Sakti.

Soft gamma ray repeaters (SGRs) ini terjadi saat medan magnet yang tengah terbelit berupaya untuk merapikan kembali dirinya dan memecah kerak magnetar tersebut. Akibatnya, terjadi lontaran energi dengan zona mematikan yang bisa mencapai beberapa tahun cahaya.

Magnetar sendiri punya medan magnet 1.000 kali lipat dibanding pulsar (bintang neutron bermedan megnet tinggi yang memancarkan radiasi elektromagnetik) biasa. Ia sangat kuat dan bisa mengakibatkan kehancuran apapun yang ada dalam jarak 1.000 kilometer di sekitarnya.
Ilustrasi lontaran sinar gamma yang menghantam atmosfir bumi, 2004 lalu. (Dailygalaxy.com)
 
“Satelit Swift didesain untuk menemukan lontaran yang tidak lazim,” kata Neil Gehrels, peneliti dari Goddard Space Flight Center, NASA, dikutip dari Daily Galaxy, 27 Desember 2011. “Kita benar-benar terhantam telak dengan yang satu ini,” ucapnya.

Beruntung bagi Bumi, jarak sumber ledakan itu sangat jauh. Dan gamma-ray burst (GRB) berikutnya yang akan datang, kemungkinan hadir dari jarak ribuan tahun cahaya dari Bumi.

Fenomena seperti ini juga kemungkinan hanya terjadi satu kali dalam satu dekade. Artinya, GRB yang menghantam atmosfir Bumi pada tahun 2004 lalu merupakan kejadian yang sangat langka.