Kesukaan shaiyah

Loading...

Selasa, 15 November 2011

Videogame Positif Untuk Kreatifitas Anak

Banyak orang tua yang khawatir saat anaknya kecanduan videogames. Saat anak asyik berpetualang dengan videogame role playing game, orang tua cenderung menganggap anak hanya membuang waktu. Ketika anak bermain game fighting pun, orang tua menganggap videogame memberi pengaruh buruk ke anak.

Tapi videogame tak selamanya memberi dampak negatif kepada anak. Studi yang dilakukan Universitas Michigan memperlihatkan, videogame bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasinya.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, penelitian ini memang tidak mengkhususkan penelitian dalam hal pengaruh kekerasan pada anak akibat videogame.

Namun, penelitian ini berusaha mengenali perkembangan kreatifitas dalam perkembangan anak, yang didapat dari videogame. Dengan menguji 500 anak berusia 12 tahun, studi ini memperlihatkan, semakin lama anak bermain videogame, maka anak akan semakin pandai dalam mengerjakan sejumlah tugas, seperti menggambar dan menulis cerita.

Dalam survei ini, para siswa ditanya seberapa sering mereka bermain videogame. Setelah itu, siswa akan diuji tes keterampilan dengan menggunakan Torrance Test of Creatvity.

Dalam tes kreatifitas dengan standar penilaian yang dikembangkan psikolog Amerika Ellis Paul Torrance tersebut, anak-anak diminta menggambar mengenai apa yang menarik dan membuat mereka antusias, dari bentuk kurva. Setelah itu, anak diminta memberi judul dan menulis cerita.

Dalam studi ini juga diketahui, anak laki-laki lebih sering bermain videogame yang bersifat kekerasan dan olahraga. Sedangkan anak perempuan, mereka lebih memilih game yang bersifat interaksi, seperti game role playing game.

Tapi, kreatifitas anak tidak terkait dengan teknologi yang ada. Menurut Linda Jackson, psikolog yang juga pimpinan studi ini, kreatifitas berkaitan dengan penggunaan teknologi. Karena itu, studi ini pun menyarankan agar disainer game membuat game yang merangsang aspek kreatifitas anak.

"Jika mereka (desainer videogames) melakukan itu, videogames bisa didesain untuk mengoptimalkan perkembangan kreatifitas anak dengan tidak mengurangi nilai hiburannya. Mungkin, generasi baru videogames bisa menghilangkan perbedaan antara edukasi dengan hiburan," kata Linda Jackson.

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi di seluruh dunia. Sebagian besar kematian akibat kurangnya pertolongan medis sesaat setelah serangan terjadi.

Itu sebabnya, penting untuk mengetahui bagaimana penanganan pertama pada orang yang diduga mengalami serangan jantung.

Patut diingat, setiap detik setelah terjadinya serangan jantung sangat berharga, sehingga dibutuhkan tindakan cepat. Berikut cara melakukan pertolongan pertama, dikutip dari Times of India.
1. Jangan tinggalkan orang yang baru saja mengalami serangan jantung dan jangan memberikan apa pun lewat mulut. Jika pasien sadar dan merasa sedikit lebih baik, segera bawa ke rumah sakit terdekat secepat mungkin.
Tak ada obat-obatan rumah tangga untuk mengatasi serangan jantung. Selama di jalan, jaga agar posisinya tetap berbaring, longgarkan pakaiannya, dan bergegaslah ke rumah sakit.

2. Berikan satu tablet aspirin untuk dikunyah sebelum ditelan, atau tempatkan satu tablet Sorbitrate di bawah lidahnya. Namun, jika dia berkeringat yang menandakan penurunan tekanan darah, jangan berikan. Anda juga dapat memberikan sesendok gula di bawah lidahnya sesering mungkin. Jangan memberikan minuman manis.

3. Jika dia merasa sesak nafas, angkat badannya sebagian dan minta dia batuk sesekali.

4. Jika orang tersebut tidak sadar dan tidak responsif, lakukan CPR (cardio pulmonary resuscitation). Beri tekanan pada bagian dada dan pernafasan buatan dari mulut ke mulut.

4. Jangan tergantung pada pertolongan pertama, capailah rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas perawatan ICU canggih untuk jantung.

5. Jangan mendatangi klinik rawat jalan. Sebaiknya segera mendatangi bagian unit darurat dan biarkan pasien memperoleh penanganan ahli.

Umumnya, dokter akan memberi obat yang mengurangi gumpalan darah atau langsung melakukan Angiografi dan Angioplasti primer. Angiografi dan Angioplasti primer memberi hasil ideal pada 90 menit pertama setelah serangan jantung.