Kesukaan shaiyah

Loading...

Jumat, 21 Januari 2011

IQ Wanita Cantik dan Pria Tampan Lebih Tinggi

 Pria tampan dan wanita cantik bisa dibilang kaum yang beruntung. Tak cuma memiliki fisik yang rupawan, dalam studi terbaru, mereka ternyata memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Studi yang mengambil sampel pria dan wanita terpilih asal Inggris dan Amerika menunjukkan bahwa mereka mempunyai IQ (intelligence quotient) 14 poin di atas rata-rata.

Temuan tersebut sekaligus mematahkan mitos tentang manusia pirang yang bodoh atau memiliki masa depan yang suram. Menurut riset yang dilakukan London School of Economics, mereka diberkati karunia yang luar biasa, tak cuma di sisi fisik tetapi juga kecerdasan.

Keturunan dari pasangan pria tampan dan wanita cantik cenderung mewarisi kualitas baik orang tuanya, dan kemudian meneruskan garis genetika yang bisa berlangsung turun-menurun.

"Daya tarik fisik yang lebih secara signifikan terkait dengan kecerdasan umum individu walaupun tanpa dipengaruhi hubungan sosial, ukuran tubuh, dan kesehatan," kata Satoshi Kanazaw, peneliti LSE pada Sunday Times, yang dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Kamis 20 Januari 2011.

"Hubungan antara daya tarik dan kecerdasan umum ini lebih kuat ditemui pada lelaki ketimbang perempuan," tandasnya.

Dalam penelitian lain, melalui kerangka strata sosial, ditemukan pula bahwa kaum hawa di kelas menengah cenderung memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada rekan mereka di kelas bawah atau pekerja.


Es di Kutub Kontrol Kadar Merkuri di Atmosfir

Sebuah tim yang terdiri dari peneliti asal Prancis dan Amerika Serikat  baru-baru ini menemukan bahwa es di laut memegang peranan penting dalam siklus merkuri di kutub utara.
Para peneliti tersebut, antara lain dari Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS), Institut de Recherche pour le Développement (IRD), Université Paul Sabatier dan Université de Pau, menjelaskan
bahwa merkuri (Hg) merupakan satu-satunya logam berat yang ditemukan dalam bentuk gas di atmosfir. Sejak era revolusi industri, emisi anthropogenic merkuri sisa pembakaran bahan bakar fosil telah melampaui emisi merkuri alami.

Baik emisi anthropogenic dan emisi alami, terutama dari penguapan air di samudera dan gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi, telah mencapai kawasan kutub akibat pergerakan di atmosfir.

Akibatnya, polusi atmosfir global menambah deposit merkuri di ekosistem kutub yang kemudian dilepas kembali ke atmosfir.

Di atmosfir kutub utara, merkuri dioksidasi ke dalam bentuk deposit yang tersimpan di cryosphere (salju atau es). Setelah itu, ketika es mencair, bentuk teroksidasi ini kemudian di mobilisasi kembali dan ditransformasikan ulang lewat proses physicochemical dan biologis menjadi dalam bentuk racun methylmercury (CH3Hg).

Merkuri dalam bentuk beracun inilah yang dicerna oleh makhluk hidup. Ia berakumulasi melalui rantai makanan dan bisa mencapai konsentrasi satu juta kali lebih tinggi dibanding merkuri yang ada di permukaan air.

Temuan ini sendiri akan dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.

“Dengan memblokir sinar matahari, es bisa mempengaruhi pelepasan dan transfer racun merkuri yang ada di permukaan air samudera kutub utara ke atmosfir,” kata Jeroen Sonke, peneliti dari CNRS, seperti dikutip dari ScienceDaily, 20 Januari 2010.